PAGI itu awan memang sedikit murung ia hendak meneteskan air hujan, saat tiba di sebuah warung kopi yang tak jauh dari kampus, saya melihat hujan belum juga jatuh ke bumi, Alhamdulillah sebab sebelumnya saya meragukan cuaca yang bisa saja tiba-tiba membasahi saya saat sedang berkendara di jalanan dari desa Punge Jurong ke Lamdingin tempat warung yang bernama Balee Kupi itu.
Memasuki tempat tongkrongan mahasiswa dan dosen itu, mata saya mencari-cari meja kosong, sebab dimana-mana meja sudah ada yang dihuni oleh beberapa mahasiswa yang asik main laptop, kawannya di samping sibuk dengan telepon genggam, di lain meja ada beberapa dosen sedang bercengkrama ditemani beberapa cangkir kopi. Dosen yang tak saya suka juga ada disitu.
Meja kosong saya temukan paling sudut, segera saja saya menuju kesana sambil memesan kopi kepada pelayan. Dari dalam tas saya mengeluarkan laptop berukuran 10”, saya hidupkan, saya merogoh tas lagi mengeluarkan mouse, lalu datang pelayan menaruh secangkir kopi di samping laptop, “Terimakasih Bang” kata saya pada pelayan, ia membalas dengan senyum, saya ikut senyum.
“Bang tadi Anda ya yang membeli rokok” Seorang pria setengah baya menghampiri saya dari depan, saya sedikit terkejut, tiba-tiba saya teringat, tadi setelah memakirkan kereta, sebelum memasuki warung kopi, saya berjalan kaki menuju sebuah kios di seberang jalan, saya beli satu bungkus rokok, entah apa yang saya pikirkan, setelah saya kasih selembar uang 50 ribu, saya ambil rokok dan langsung balik menuju warung kopi lagi, ternyata saya lupa mengambil kembaliannya.
“Ini kembaliannya 39 ribu” Kata lelaki itu, saya mengambilnya sembari berkata “Terimkasih Bang” Laki-laki itu segera menuju ke arah kiosnya. Duh penyakit lupa saya kambuh lagi, untung penjual rokok itu berbaik hati mau mengantar uang kembaliannya, kalau tidak mungkin saya tak akan mengingatnya lagi. Sekali lagi dalam hati “Semoga penjual itu selalu dilimpahi rezeki dari yang maha kuasa, Amin.”
Saya kembali ke layar laptop dan membuka lembaran kerja saya di program Adobe Indesign, menyeruput kopi dan memantik api di ujung rokok, tangan kanan saya sibuk menggeser-geser mouse, mengakali suara warung kopi yang sedikit bising, saya mengeluarkan headseat dari dalam tas dan beberapa lagu menghibur saya sambil terus mengatur perwajahan halaman majalah bernama Warta Kota Banda Aceh. Sendiri di sudut warung kopi saya larut dengan pekerjaan saya sebagai layouter.
Beberapa penghuni warung kopi, sesekali melirik kearah saya, saya menebak goyangan kepala menikmati alunan lagu menarik perhatian mereka, tapi tak saya pedulikan, keadaan sedang genting sebentar lagi saya masuk kuliah dan kerjaan saya ini dalam keadaan deadline, setelah saya selesai mengatur perwajahan maka akan langsung naik ke percetakan, honorpun akan segera saya dapat, sedikit tidaknya sudah menambah biaya operasional kuliah.
Saya sempat berpikir, beberapa mahasiswa dengan beberapa laptop di depan saya itu sudah memanfaatkan laptopnya untuk tak sekedat menyelesaikan tugas kuliah semisal makalah, laptop bisa dijadikan mesin meraup rupiah. Saya teringat beberapa adik leting saya yang rajin sekali menulis di laptop dan tulisannya dikirim ke media, tak lama tulisannya dimuat di media tersebut, beberapa hari kemudian ia mengambil rupiah dari hasil tulisannya itu. Luar bisa ia sudah meringankan beban orang tuanya.
Ada juga kawan mahasiswa saya lainnya yang pandai memanfaatkan laptop jadi mesin uang, dia tidak bisa menulis, tapi pandai mengedit video untuk dijadikan film, akhirnya pekerjaannya sebagai editor video membantu meringankan biaya kuliahnya.
Saya patut bersyukur apa yang telah saya miliki, saya punya sesuatu yang saya bisa manfaatkan yang sebelumnya saya tak punya, sama seperti kawan saya yang penulis dan editor video foto itu, hanya perlu sedikit kerja keras dan berpikir apa yang bisa kita lakukan dan tonjolkan untuk kita sendiri dan bermanfaat bagi orang lain, bergaul dengan banyak orang, selalu mengasah kemampuan, dan berbagi tanpa pamrih.
Kini biaya kuliah tak perlu dirisaukan lagi, kerja sambil kuliah sungguh nikmat tak ada beban, saat kuliah selesai, cepat atau lambat, maka mencari pekerjaan bukan lagi menjadi momok yang menakutkan.
Dan setelah melayout majalah tersebut, saya membereskan barang-barang kedalam tas, laptop. mouse, headset, setelah saya bayar secangkir kopi dan sepotong kue, saya menuju keparkiran, lalu menuju ke arah kampus, menunggu dosen.[]














nyan aneuk muda Aceh, kreatif dan dinamis untuk menjadi mahasiswa yang berkarya di umur yang masih muda tanpa harus berteriak lantang tapi sudah bisa “merdeka” untuk diri sendiri dan membantu teman
Terimakasih Brother, semoga bisa menularkan ke masyarakat banyak, dan bimbingan brother selalu butuh lah, hehehe
memang seharusnya begitu, kalau sudah lulus kan bisa bikin pekerjaan sendiri..
Harapannya begitu mas, semoga saja.
terimakasih telah berkunjung ke blog sederhana ini
pernah sih mas cari kerja untuk biayai kuliah, tapi agak sulit menurut saya..
karena kerja banyakan pagi, waktu kuliah juga banyakan pagi, kalo ambil yang malam, susah ngatur waktu belajarnya..
tapi bagi yang bisa jalanin keduanya,,saya salut deh mas..
Biasanya bekerja sambil kuliah seperti saya dkk butuh keahlian atau skil tertentu, nah jadwal belajar sudah pasti terancam, tergantung kita pandai-pandai mengatur waktu saja.
Terimakasih mas sudah berkunjung
“tadi setelah memakirkan kereta” Hehehe, kereta itu motor ya?
Iya mbak, kami di aceh menyebut kendaraan roda dua itu kereta kalau di jakarta motor ya, hehe.
terimakasih telah berkunjung
Paling ideal itu ya, lulus kuliah tepat waktu dalam keadaan kita sudah ditunggu oleh perusahaan untuk kerja.
Iya Bang Asop, Saya, sepertinya selesai kuliah tak sesuai waktunya, sebab penyakit malas saya seringkali kambuh, namun saya mengusahakan untuk selesai secepatnya.
sebagai teman yang banyak argumen jarang terealisasikan hanya bisa tersenyum dan duduk manis melihat kesuksesan temanku yang satu ini,,
dibalik diamnya menyimpan suatu ide yang sangat briliant untuk masa depan dan kontributor Negara… luar biasa..
tetap semangat teman semoga semangatmu dapat terpercikkan kepadaku dan teman-teman yang lain. Amin