Saat memulai menulis tulisan ini, saya teringat pekerjaan yang belum selesai saya kerjakan, rasa malas menggilas saya, padahal pekerjaan itu punya peluang bagus untuk kedepan kalau saya selesaikan dengan baik, bagus, apalagi jika tepat pada waktunya.
Ah rasa malas ini telah menjadi hal yang tak sanggup lagi saya hindarkan, telah saya coba, tetap juga gagal, kecuali dalam waktu yang terhimpit dan dipaksakan, nah ini imbasnya saya yang kerepotan, bekerja mengejar deadline banyak menghabiskan tenaga dan stamina.
Akhir-akhir ini memang saya sering malas-malasan, entah kenapa, sepertinya ada yang yang salah dengan saya, mungkinkah karena semangat yang sudah pudar? ah untuk apa saya tulis pertanyaan disini, merepotkan pembaca saja, semestinya tak saya tulis pertanyaan ini karena hanya saya yang bisa menjawabnya.
Tentang pertanyaan, karena sudah terlanjur saya tulis jadi tak akan saya hapus, mungkin ada pembaca yang sedang bernasib sama dengan saya, silahkan jawab sendiri, nah kalau pembaca tidak bernasib sama, lupakan saja.
Lupakan tentang pertanyaan, kalau berkenan mari lanjut membaca lagi, ini tentang semangat yang sudah pudar, rasa malas tadi saya buang sebentar, saya ingin menulis tidak dengan rasa malas, saya menulis dengan semangat, karena baru saja api semangat saya sedang berkobar saat membaca sebuah komentar dari seorang kawan lama.
“Trus bekarya ya, spirit!” Begitu komentar kawan lama saya itu, komentar yang sudah lama sekali tersimpan di blog ini, tertanggal pada 05 Juni 2009 di bawah tulisan Senja Suka-suka. Walau komentar itu singkat tapi cukuplah untuk membakar semangat saya yang sedang pudar ini.
Kalau saya runut siapa kawan saya itu, mungkin akan panjang lagi tulisan saya ini, kapan-kapan saja saya tulis tentangnya, apalagi tulisan ini berhubungan dengan semangat bukan tentang kawan saya itu, he he.
Dulu, pertama ngeblog semangat saya luar biasa berkobar, walau saya tahu tulisan yang saya tulis sangat jelek, tapi saya tetap menulisnya, tentu karena semangat, tak peduli bagus tidak nya tulisan yang penting tulis, hingga saya menghasilkan satu sampai tiga tulisan dalam sehari, kategori tulisan bisa bermacam-macam, ada juga yang tak bisa masuk dalam kategori apapun, aneh memang, tak bisa disalahkan karena itu semangat.
Sekarang saya jadi berpikir bagaimana jadinya kalau semangat dulu sama seperti semangat sekarang yang sedang tidak pudar, mungkin tulisan yang saya hasilkan dalam sehari bisa puluhan, karena saking semangatnya bisa ratusan, penulis hebat manapun tak akan sanggup menyaingi karya tulisan saya, he he.
Tapi itu tak sesungguhnya benar hanya gurauan saya saja, karena mengingat tulisan ini saya tulis pukul 11.47 jadi ya wajar saya kalau saya sedang ngawur, apalagi mata dalam keadaan sedikit merayu untuk tidur.
Ah semakin banyak saya tulis semakin ngawur rasanya, tapi tetap fokus pada tulisan bertema semangat, bukan ngawur. Jujur kalau tentang semangat saya kira tak hanya saya saja orang akan senang jika sedang bersemangat, bisa terjadi sama siapa saja, bisa hewan, pohon, bahkan orang gila, nah kan sudah ngawur, kalau begitu cukup dulu sampai disini. he he.













resolusi 2011
ada kalanya rutinitas membut kita bosan..
tinggal di siasati dengan hal baru yang buat semangat