MATAHARI begitu leluasa membakar setengah kulitku, Bang Boy sang sopir, merasa aman-aman saja. Belum lagi debu yang berterbangan menabrak dan menempel di wajah manisku, tubuh kami berguncang-guncang seperti sedang menaiki kuda pacuan. Namun niat kami tak surut menembus cahaya panas menyusuri jalan penuh kerikil.
Keretayang kami tumpangi meliuk-meliuk berlari di atas tanah gersang, tak ada aspal di sepanjang 3,5 km dari jalan utama Medan – Banda Aceh, di kiri kanan kami, di temani pepohonan rindang, serta kicauan burung yang menjadi musik penghibur kami, nun jauh disana, berdiri kokoh bukit-bukit serta hamparan areal sawah yang membuat mata kami terasa terhibur.
Dan kami pun sampai di Desa Bak Sukon, kemukiman Lam Leu’ot, Kecamatan Kuta Cot Gle, Kabupaten Aceh Besar. Pamflet bertuliskan “Waduk Keliling” menyambut kedatangan kami, langsung saja mata kami terfokus pada sebuah sungai kecil yang begitu jernih airnya, baru kali ini kami sampai di sini.

Waduk buatan pertama di Aceh ini di beri nama Bendungan Keliling, saya tidak tahu kenapa di beri nama Keliling di ujungnya. Yang pasti di sepanjang tepi waduk ini bisa kita kelilingi dengan berjalan kaki. Waduk ini seluas 38,20 Km2 ini sanggup menampung air dalam jumlah yang sangat besar, dengan total air baku 18.359.078 meter kubik.
Waduk ini tidak hanya menyuguhkan air yang begitu asri yang masih tampak perawan, juga di kelilingi hamparan bukit-bukit kecil dengan panorama alam yang sangat indah sehingga menambah pesona alam yang sungguh menawan. Tak salah kalau siapa saja yang mengunjungi waduk ini, pasti akan ternga-nga dengan pesonanya.
Tak hanya itu, pengelola waduk juga sudah menaburi benih ikan yang bermacam-macam dengan variasi yang berbeda, diharapkan beberapa tahun kedepan pengunjung bisa mengunjuk kebolehan pancingannya. Waduk ini di danai dengan APBN sebesar 258 miliar di maksudkan untuk melindungi petani dari kemungkinan berkurangnya supply air untuk mengairi pertanian mereka.
Waduk ini sudah menjadi tempat wisata di aceh besar, dan juga bisa menambah pendapatan daerah dengan menciptakan lapangan kerja di sekitar waduk serta menjadi pelestarian lingkungan di sekitarnya. Semoga!

- Disini pemandangan tampak puas di mata

















Wah… dek zuel, panorama yang indah ya… smga aja makin banyak koleksi artikelnya tentang keindahan aceh tuk di posting di blog.
_____
Semoga, dan terus berusaha.
saya sudah duluan ke sana . . .( pertama kali dibangun ), namun belum sempat nge post di blog, terlambat sudah sekarang ya !!! karena zulham sudah duluan . . . .
di tunggu tulisannya.
_____
Gk pa-pa dong, kan masih banyak yang bisa di tulis tentang waduk keliling!
Belum terlambat bang Rifyal, kan masih banyak yang bisa dieksplorasi dari waduk itu, misalnya jenis ikan apa aja yang dipelihara disitu, siapa aja nama-nama pengunjung yang datang kesitu… hehe. becanda mulu.
Peace Zul…
_____
betul juga tuh, he he he
wew…..cakek2 baget picturer nya….
makin mantap aja ne…..
klo ada yang laen yang keren2 di posting jg ya zuel…
_____
Terimakasih…
Oke, akan saya posting.
Iya benerrr bagus bangett suasananya,
apalagi yg ada batu2 putihnya itu
kelihatannya elok mas.. jadi pengin main..
Re:
~ Rita
Iya mbak, batu-batu untuk membendung air itu, jadi tambah mempesona kecantikannya…
~ oyot tana
Kalau jadi mainnya, nanti biar saya yang tunjukin jalannya… nanti, sekalian saya yang ke tempat mas Oyot Tana,
mantap bana foto iko….
onde mandee
mau nyalin fotonya, boleh ya..
nasriza : hadir ya!
keren………
poto2nya bagus bro…….
salam hangat.
n salam kenal……
Dengan senang hati mas Oyot Tana
@Nasriza
Yap, dengan senang hati…