Archive | April, 2009
Terima Kasih Guahira

Terima Kasih Guahira

GUAHIRA, Teringat dengan nama komunitas taman baca di kampungku, tamannya tidak seperti taman berlahan luas, yang tumbuh pohon-pohon rindang berbunyi gemericik daun ketika di sentuh angin, bukan juga taman yang di tumbuhi ribuan bunga berwarna-warni yang menyembulkan aroma wangi-wangian, melainkan taman bergubuk kecil, yang di tumbuhi rumput-rumput liar di depannya. Dilihat sekilas memang tak mirip [...]

Read full storyComments { 8 }

Dan, Kita Pun Putus

AKU sebenarnya tak ingin ini terjadi, aku ingin lebih lama lagi hidup dan menjalani aktifitas bersama kamu, aku sungguh sayang sama kamu, mengapa ini terjadi. Sudahlah, putus adalah hal yang wajar, mengingat masa-masa susah dan senang tempo dulu, karena engkau sudah waktunya berpisah denganku, dan membiarkanku dengan yang baru, aku terima semua itu. Kurang lebih [...]

Read full storyComments { 3 }
Aku dan Sandalku

Aku dan Sandalku

“Kau sudah punya kerja, kau banyak uang, kau beli lah yang baru” begitu tanggapan Akmal ketika melihat sandalku yang sudah agak lusuh di makan waktu. Tak kupedulikan kata-katanya yang memojokkan aku. “Itu bukan urusanmu, selama masih bisa kupakai, akan kuselip di kakiku kemanapun aku pergi” Balasku dengan nada meninggi Walau aku dan Akmal sering mengejek [...]

Read full storyComments { 5 }