Soal materi saya termasuk orang yang sederhana, tapi saya bersyukur waktu kelas tiga SMA dulu, saya sudah bisa merasakan bagaimana rasanya mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pengalaman kerja saya, selalu rasanya pahit, entah kenapa, mungkin karena saya terlalu kecil, hingga saya banyak ditipu oleh bos kerja saya.
Pertama sekali bekerja, saya mencuci sepeda motor orang, bahasa kerennya doorsmeer. Entah berapa bulan lamanya saya bekerja akhirnya saya berhenti, bukan gaji yang terlalu kecil, tapi order cuciannya kadang ada terkadang tidak, kebanyakan ordernya tidak ada sama sekali, selain tempatnya kecil, peralatan yang saya gunakan pun masih kalah dengan orang lain.
Kedua saya bekerja jadi kuli bangunan, gajinya lumayan besar, sehari 30 ribu, saya masih anak sekolahan saya bekerja setengah hari, jadi gaji saya 15 ribu, bagi saya 15 ribu itu uang yang banyak, dibandingkan jajan saya sehari cuma 2000, pekerjaan itupun tak lama saya lakukan, karena ada konflik antara pekerja dan pemilik bangunan akhirnya bos saya pun lari entah kemana, dan gaji saya juga tidak di bayar sebesar 50 ribu. Tapi saya tak menghiraukan gaji saya yang hilang itu. Jadi orang gajian, harus siap menerima resiko apapun.
Ketiga, karena sudah punya pengalaman di bidang pembangunan, saya di percayakan lagi jadi pekerja bangunan, kali ini saya bekerja membangun rumah. Dan gaji saya juga sama dengan yang sebelumnya, sehari 30 ribu, setengah hari 15 ribu, saya beruntung karena waktu itu lagi libur sekolah memasuki bulan puasa, jadi saya bekerja satu hari, gaji saya 30 ribu. Setelah dua hari bekerja, bulan puasa pun tiba. Karena saya takut tertinggal puasa, akhirnya saya puasa sambil bekerja.
Ini pekerjaan terpahit yang pernah saya lakukan, menahan lapar ditengah terik matahari dan mengangkut barang berat, pekerjaan itu berulang kali saya lakukan hingga sore hari. Bahkan satu bulan lamanya. Lagi-lagi terjadi konflik antara bos saya dengan pemilik rumah. Saya yang jadi kambing hitamnya hingga gaji saya tak terbayar 200 ribu, hingga hari rayapun tiba hanya sedikit saya menikmati hasil keringat saya, kabar buruknya saya ketinggalan puasa selama dua hari.
Beberapa bulan kemudian di samping rumahnya saya ada dibangun sebuah perpustakaan, namanya GUAHIRA community, saya di tunjuk jadi pengurus harian, dan saya mendapat upah 100 ribu perbulan, bagi saya 100 ribu sangat sedikit, tapi saya tidak menghiraukannya, 100 ribu tak ada harganya di bandingkan saya bekerja di taman ilmu, yang penuh dengan buku-buku, tanpa di gajipun saya juga akan tetap bekerja di perpustakaan itu.
Selama bekerja di perpustakaan, dikit demi sedikit saya mulai suka membaca, dan kebetulan untuk melengkapi administrasi perpustakaan, ketuanya menyediakan sebuah komputer, sebagai alat untuk mempermudah pinjam-meminjam buku. Sejak saat itu juga saya mulai mahir mengotak-atik komputer, saya belajar secara otodidak, hingga akhirnya saya mengenal dan sedikit menguasai Microsoft Office, Coreldraw dan Adobe Potoshop. Ketiga program itu yang saya lancarkan setiap hari.
Mungkin inilah nikmat yang diberikan Allah kepada saya, saya tidak lagi bekerja tanpa orderan dan di bawah terik matahari, bahkan saya tidak lagi merasakan keringat yang mengalir di tubuh dan dahi saya. Saya bekerja didalam taman ilmu dengan ruangan yang sejuk akan udara, layaknya seperti hawa surga, yang diinginkan semua umat islam itu, yang lebih saya banggakan lagi saya banyak bertemu dengan kawan-kawan baru, saya juga bergaul dengan orang-orang yang mempunyai banyak ilmu, dan mempunyai IQ yang tinggi.
Setelah tamat SMA, saya berhijrah ke Banda Aceh, kampung saya di Meunasah Timu, saya kekota untuk melanjutkan kuliah saya, waktu itu saya tidak diijinkan oleh orang tua saya, karena orang tua saya tidak memiliki uang untuk membiayai kuliah saya. Tapi untuk memburu pengalaman saya nekat melanjutkan kuliah di Banda Aceh, semua barang berharga saya, saya jual semuanya sebagai modal utama untuk melanjutkan kuliah.
Dan Alhamdulillah nikmat Allah yang begitu besar kembali saya rasakan, setelah saya lulus tes jadi mahasiswa saya juga di terima jadi karyawan di salah satu perusahaan penerbitan di Banda Aceh, gaji saya berlipat-lipat dari sebelumnya, gaji saya seimbang dengan pegawai negeri sipil. Saya bekerja di ruang ber-AC, pekerjaan yang banyak di impikan setiap orang. Dan sampai sekarang saya juga masih bekerja di perusahaan penerbitan itu.[]
Tulisan ini saya tulis untuk mengenang pengalaman pahit manis saya tempo dulu.
Foto-foto: net















…terharu
Wahhh….senangnya ya…..dah mulai habis gelap terbitlah terang ya…
Kisah kita sama ya !!!
tapi niy gelap terus terusan, belum terang kalee yaa!!! hihihi
semoga rifyal bisa tabah sekolah 77 hari lagi . . .amiin
oya zul, , , doain moga lewat UAN ya!!!
semoga abang menjadi hambaNya yang sukssDunia Akhirat . . .Amiin 1 x lagi
ikut seneng juga deh…
selamet yaaa…
moga sukses slalu….
benar2 tempaan hidup yg berat ya mas.
tetapi sangat banyak keuntungan yg bisa diraih.
pengalaman yg sangat berharga.
Allah Maha Kaya.
dijadikannya segala sesuatu berubah pd saatnya.
semoga sukses dlm pekerjaan dan juga kuliahnya .
tetap semangat dan tetap tawakal.
saya hanya ikut mendoakan
semoga Allah swt selalu memberikan rejeki kesehatan pd mas zulham, amin.
salam.